BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Home / WISATA LUAR JOGJA / Solo Kota Budaya

Solo Kota Budaya

Solo Kota Budaya

keraton_solo

Solo atau Surakarta merupakan kota budaya dan kota pariwisata yang terkenal di Jawa Tengah setelah Yogyakarta. Solo terkenal memiliki berbagai objek wisata budaya dan wisata kuliner tradisional yang unik dan menarik yang bisa anda kunjungi. Berbagai objek wisata unik dan menarik yang ada di kota Solo atau Surakarta ini bisa kami rangkum secara ringkas dibawah ini sebagai referensi bagi anda yang ingin berwisata dan berlibur ke kota Solo.

  1. Keraton Kasunanan Surakarta

keraton_solo

Keraton Kasunanan Surakarta merupakan sebuah kompleks kerajaan yang masih berfungsi sebagai tempat tinggal Raja Kasunanan Surakarta dan merupakan bangunan cagar budaya utama yang ada di kota ini. Keraton Solo memiliki bentuk unik berupa bangunan joglo khas arsitektur Jawa kuno yang berdiri sejak ratusan tahun yang lalu.

Keraton (Istana) Surakarta merupakan salah satu bangunan yang eksotis di zamannya. Salah satu arsitek istana ini adalah Pangeran Mangkubunmi (kelak bergelar Sultan Hamengkubuwono I ) yang juga menjadi arsitek utama Keraton Yogyakarta. Oleh sebab itu tidaklah mengherankan jika pola dasar tata ruang kedua keraton tersebut (Yogyakarta dan Surakarta) banyak memiliki persamaan umum. Keraton Surakarta sebagaimana yang dapat disaksikan sekarang ini tidaklah dibangun serentak pada tahun 1744-1745, namun dibangun secara bertahap dengan mempertahankan pola dasar tata ruang yang tetap sama dengan awalnya. Pembangunan dan restorasi secara besar-besaran terakhir dilakukan oleh Susuhunan Pakubuwono X yang bertahta pada tahun 1893-1939. Sebagian besar keraton ini bernuansa warna putih dan biru dengan arsitekrur gaya campuran Jawa dan Eropa.

Secara umum pembagian keraton meliputi: Kompleks Alun-alun Lor/Utara, Kompleks Sasana Sumewa, Kompleks Siti Hinggil Lor/Utara, Kompleks Kamandungan Lor/Utara, Kompleks Sri Manganti, Kompleks Kedaton, Kompleks Kamagangan, Kompleks Sri Manganti Kidul/Selatan dan Kamandungan Kidul/Selatan, serta Kompleks Siti Hinggil Kidul/Selatan dan Alun-alun Kidul/Selatan. Kompleks keraton ini juga dikelilingi dengan baluwarti, sebuah dinding pertahanan dengan tinggi sekitar tiga sampai lima meter dan tebal sekitar satu meter tanpa anjungan. Dinding ini melingkungi sebuah daerah dengan bentuk persegi panjang. Daerah itu berukuran lebar sekitar lima ratus meter dan panjang sekitar tujuh ratus meter. Kompleks keraton yang berada di dalam dinding adalah dari Kamandungan Lor/Utara sampai Kamandungan Kidul/Selatan. Anda bisa menelusuri jejak budaya dan peradaban kerajaan Jawa yang luar biasa dengan mengunjungi kompleks keraton Solo ini terutama bagi anda yang menyukai wisata sejarah dan budaya di Indonesia.

2. Pura Mangkunegaran

800px-Pura_Mangkunagaran01(2_Maret_2007)

Pura Mangkunegaran dibangun pada tahun 1757 oleh Raden Mas Said yang lebih dikenal sebagai Pangeran Sambar Nyawa, setelah penandatanganan Perundingan Salatiga pada tanggal 13 Maret. Raden Mas Said kemudian menjadi Pangeran Mangkoe Nagoro I. Istana Mangkunegaran terdiri dari dua bagian utama : pendopo dan dalem yang diapit oleh tempat tinggal keluarga raja. Hal yang menarik adalah keseluruhan istana dibuat dari kayu jati yang bulat/utuh. Pendopo adalah Joglo dengan empat saka guru (tiang utama) yang digunakan untuk resepsi dan pementasan tari tradisional Jawa. Ada seperangkat gamelan yang dinamai Kyai Kanyut Mesem. Gamelan yang sebagaian besar masih lengkap ini dimainkan pada hari-hari tertentu untuk mengiringi latihan tarian tradisional. Di dalam DALEM terdapat Pringgitan, ruang dimana keluarga menerima pejabat. Ruangan ini juga digunakan untuk mementaskan wayang kulit. Di dalam pringitan, ada beberapa lukisan karya Basuki Abdullah, pelukis kenamaan Solo.
Dalem juga digunakan untuk memajang berbagai koleksi barang peninggalan berharga yang bernilai seni dan sejarah yang tinggi. Terdapat koleksi topeng-topeng tradisional dari berbagai daerah di Indonesia, kitab-kitab kuno dari jaman Majapahit dan Mataram, koleksi berbagai perhiasan emas dan koleksi beberapa potret Mangkunegoro.

Pura Mangkunegaran juga memiliki perpustakaan yang disebut Rekso Pustoko. Koleksi topeng tradisional dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Solo, Jogjakarta, Cirebon, Madura dan Bali.
Beberapa koleksi topeng dari China. Pengunjung dapat memperoleh berbagai souvenir dan cinderamata di Pare Anom art shop. Pura Mangkunegaran dibuka untuk umum setiap hari jam 09.00-14.00, Jumat jam 09.00-12.00, Minggu jam 09.00-14.00. Ada juga beberapa koleksi kereta yang digunakan untuk upacara-upacara tradisional. Bagi anda yang berwisata dan berlibur ke kota Solo, objek wisata ini patut anda kunjungi untuk memperkaya pengetahuan sejarah dan budaya yang ada di Indonesia.

3. Taman Sriwedari

1._Taman_yang_dibangun_oleh_Pakubuwono_X_ini_pada_awalnya_merupakan_tempat_rekreasi_dan_peristirahatan_keluarga_kerajaan_

Taman Sriwedari adalah sebuah kompleks taman di kecamat Laweyan Kota Surakarta. Sejak era Pakubuwono X, Taman Sriwedari menjadi tempat diselenggarakannya tradisi hiburan Malam Selikuran. Sriwedari juga pernah menjadi lokasi penyelenggaraan PON I pada tahun 1948. Saat ini kepemilikan Taman Sriwedari menjadi sengketa antara Pemerintah Kota Surakarta dengan ahli waris keluarga KRMH Wirjodiningrat. Hal inilah yang membuat taman ini kurang begitu diperhatikan sehingga terkesan kurang terawat. Meskipun begitu taman ini selalu menjadi destinasi wisatawan lokal yang ingin bersantai dan berlibur karena letaknya yang dekat dengan pusat kota di Jalan Slamet Riyadi Solo.

4. Kampung Laweyan

laweyan10

Berbicara tentang kota Solo maka kampung Laweyan merupakan destinasi favorit yang tidak boleh anda lewatkan terutama bagi anda yang ingin membeli oleh oleh dan souvenir khas kota Solo. Kampung Laweyan adalah daerah sentra kerajinan batik yang terkenal di kota Solo. Bagi anda yang ingin membeli kerajinan dan baju batik khas Solo bisa mengunjungi kampung Laweyan ini. Di sini anda bisa memilih berbagai macam dan jenis batik mulai dari batik tradisional hingga yang modern dengan harga yang murah mulai ratusan ribu sampai jutaan rupiah dengan kualitas terbaik yang bisa anda pilih sesuai keinginan.

5. Galabo

ayo-ke-galabo-pusat-wisata-kuliner-di-solo-2

Galabo adalah singkatan dari Gladag Langen Bogan, sebuah tempat wisata kuliner malam di kota Solo. Gladag Langen Bogan Solo adalah arena kuliner yang hanya dibuka pada malam hari, berlokasi di sebelah timur bundaran Gladag, tepatnya di JL. Mayor Sunaryo depan Beteng Trade Centre dan Pusat Grosir Solo. Sebelah utara berbatasan dengan situs bersejarah Benteng Vastenburg. Jika siang hari tetap sebagai jalan raya, sedangkan pada malam hari jalan ditutup untuk menjadi arena kuliner.

Galabo dibuka setiap hari mulai jam 17.00 sampai 05.00, Galabo menyediakan menu makanan yang tersedia beraneka ragam dan dari segi harga sangat terjangkau, mulai dari HIK (Hidangan Istimewa Kampung) sampai hidangan tradisional legendaris seperti timlo, gudek ceker, sate kere, sampe sate tempe gembus. Bagi anda yang sedang mencari lokasi wisata kuliner khas kota Solo terutama pada malam hari maka patut mengunjungi pusat kuliner Galabo ini.

Inilah beberapa lokasi dan objek wisata favorit yang bisa anda kunjungi di kota Surakarta Jawa Tengah. Anda bisa menjadikan uraian diatas sebagai referensi objek wisata yang akan anda kunjungi saat berlibur ke kota Solo atau Surakarta bersama keluarga atau rombongan wisata anda. Anda bisa memanfaatkan jasa sewa mobil murah atau rental mobil hiace di Solo dengan harga terjangkau yang kami sediakan sebagai alat dan sarana transportasi anda sehingga perjalanan wisata anda lebih nyaman dan berkesan.

Selamat berwisata…

About Admin

Check Also

Dieng Tour Wonosobo

Dieng Tour Wonosobo Objek wisata pegunungan Dieng atau Dieng Plateu area adalah sebuah kawasan objek ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *